Minggu, 13 November 2011

Gudang Software

Gudang Software


Pemecahan Permasalahan Akibat Keberagaman Budaya

Posted: 13 Nov 2011 07:00 AM PST

Dalam kehidupan masyarakat dapat ditemukan adanya dua macam persoalan, yaitu:
1. masalah masyarakat (scientific or social problems) adalah permasalahan yang menyangkut analisis tentang macam- macam gejala kehidupan masyarakat.
2. problema sosial (ameliorative or social problems) adalah permasalahan yang berkaitan dengan gejala-gejala abnormal masyarakat dengan maksud untuk memperbaiki atau bahkan untuk menghilangkannya.

Namun pada prinsipnya masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Kriteria utama suatu masalah sosial adalah tidak adanya kesesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. Unsur utama dari masalah sosial adalah adanya perbedaan yang  mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi-kondisi nyata dalam kehidupan.

Adapun beberapa masalah sosial yang dihadapi masyarakat pada umumnya sebagai berikut.
1. Kemiskinan, Kemiskinan adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok keluarga secara wajar/ layak, yang disebabkan oleh penghasilan kecil/sedikit.
2. Kejahatan, Kejahatan merupakan perilaku melawan hukum atau norma yang berlaku untuk memperoleh keuntungan bagi diri atau kelompoknya. Dalam kehidupan modern ditemukan adanya gejala “white collar crime” atau “kejahatan kerah putih”, suatu bentuk kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang berduit untuk melawan hukum.
3. Disorganisasi keluarga, Disorganisasi keluarga adalah perpecahan keluarga sebagai suatu unit, karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajibannya sesuai dengan peranan sosialnya. Disorganisasi keluarga dapat berupa: perceraian, hilangnya komunikasi antaranggota keluarga, hubungan di luar perkawinan, perselingkuhan, dan krisis keluarga.
4. Masalah generasi muda dalam masyarakat modern Masalah generasi muda pada umumnya ditandai dengan keinginan untuk melawan dan sikap yang  patis. Masalah generasi muda muncul karena kurangnya penanaman nilai- nilai sosial oleh orang tua, munculnya organisasi-organisasi pemuda informal yang perilakunya tidak disukai para orang tua dan munculnya usaha dari generasi muda untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat yang disesuaikan dengan nilai-nilai kaum muda.
5. Peperangan, Masalah peperangan berbeda dengan masalah sosial lainnya karena menyangkut beberapa masyarakat sekaligus, sehingga memerlukan kerjasama internasional untuk penyelesaiannya. Peperangan menyebabkan disorganisasi dalam pelbagai aspek kemasyarakatan, baik bagi negara yang  eluar sebagai pemenang ataupun negara yang menderita kekalahan. Jika dilihat pada pembagian kekuasaan maka di dalam suatu organisasi terdapat:
a. penguasa dan mereka yang dikuasai;
b. hirarki, yaitu urut-urutan kekuasaan secara vertikal atau bertingkat dari atas ke bawah;
c. ada pembagian tugas horizontal, yaitu pembagian tugas antara beberapa bagian, di mana bagian-bagian tersebut mempunyai kekuasaan dan wewenang yang setingkat atau sederajat;
d. ada suatu kelompok sosial. Berkaitan dengan keberagaman kebudayaan dalam kehidupan masyarakat majemuk, terdapat berbagai permasalahan.

Pengaruh Budaya Asing terhadap Budaya Lokal

Posted: 13 Nov 2011 05:54 AM PST

Dalam hidupnya, manusia memiliki naluri untuk mengembangkan daerah kekuasaannya dengan melakukan migrasi atau perpindahan. Perpindahan tersebut berawal dari upaya manusia memenuhi kebutuhannya yang berkaitan dengan mata pencahariannya. Proses migrasi ini membawa dampak terhadap proses penyebaran kebudayaan dari satu daerah ke daerah lain. Dengan adanya migrasi (perpindahan manusia dari daerah satu ke daerah lain), maka terjadilah proses difusi, akulturasi, asimilasi, dan penetrasi budaya.

Menurut William A. Haviland, difusi adalah penyebaran kebiasaan atau sistem adat istiadat dari kebudayaan yang satu kepada kebudayaan yang lain.  Menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah proses bertemunya dua budaya atau lebih di mana unsur- unsur budaya lama atau asli masih terlihat dan tidak hilang. Menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah proses yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada  unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing, sehingga unsur-unsur asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan asli.

Menurut Koentjaraningrat, asimilasi adalah proses sosial yang terjadi pada berbagai golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda.  Selanjutnya sifat khas dari unsur-unsur kebudayaan masing-masing berubah menjadi kebudayaan campuran. Adapun penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh kebudayaan asing yang sedemikian rupa, sehingga menimbulkan perubahan kebudayaan secara besar-besaran dalam waktu yang relatif singkat.

2. Sistem Pengetahuan, Setiap suku bangsa memiliki sistem pengetahuan yang membentuk unsur kebudayaan lokal. Sebelum unsur pengetahuan kebudayaan asing memengaruhi kebudayaan lokal, nenek moyang kita telah mengenal pengetahuan tentang kemaritiman, gejala alam, perubahan musim, berburu, bercocok tanam sampai kepada pengetahuan tentang pengobatan tradisional.Misal: penemuan obat- obatan tradisional merupakan bentuk  pengembangan pengetahuan tradisional terhadap khasiat tumbuhan yang dipadukan dengan pengetahuan modern (ilmu farmasi), sehingga menghasilkan obat yang alami dan bebas dari bahan kimia.

Demikian halnya pengaruh kebudayaan asing di bidang pengetahuan yang berkaitan dengan cara bercocok tanam, telah mengubah pola kehidupan petani  tradisional menjadi lebih produktif.

3. Sistem Teknologi, Teknologi merupakan salah satu unsur kebudayaan yang berkaitan dengan peralatan yang dipergunakan manusia untuk mengubah keadaan sekitarnya maupun keadaan dirinya demi terpenuhinya kebutuhan hidup.  Masuknya kebudayaan asing banyak memengaruhi teknologi tradisional yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan manusia.

4. Sistem Kesenian, Dari waktu ke waktu kesenian tradisional sebagai salah satu unsur kebudayaan lokal mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya terutama para generasi muda. Masuknya kesenian mancanegara yang dirasa lebih menarik dan mewakili jiwa muda, banyak menggeser ruang gerak kesenian tradisional. Salah satu upaya untuk mempertahankan kesenian tradisional agar tetap lestari adalah dengan memadukan unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kesenian tradisional tersebut. Misal: kesenian musik campur sari, merupakan bentuk kesenian yang memadukan unsur-unsur kesenian tradisional dengan unsur-unsur kesenian modern.

Kebudayaan Suku Bangsa Bali

Posted: 12 Nov 2011 11:38 PM PST

Sistem Kepercayaan/Religi, Masyarakat Bali sebagian besar menganut agama Hindu- Bali. Mereka percaya adanya satu Tuhan dengan konsep Trimurti yang terdiri atas tiga wujud, yaitu:
1) Brahmana : menciptakan;
2) Wisnu, : yang memelihara;
3) Siwa, : yang merusak. Selain itu hal-hal yang mereka anggap penting adalah sebagai berikut.
1) Atman, : roh yang abadi.
2) Karmapala : buah dari setiap perbuatan.
3) Purnabawa : kelahiran kembali jiwa.
Tempat ibadah agama Hindu disebut pura. Pura memiliki sifat berbeda, sebagai berikut:
1) Pura Besakih: sifatnya umum untuk semua golongan.
2) Pura Desa (kayangan tiga): khusus untuk kelompok sosial setempat.
3) Sanggah: khusus untuk leluhur.

Di Bali terdapat beribu-ribu pura dan sanggah. Masing-masing pura dan sanggah memiliki tanggal perayaan yang berbeda-beda, yaitu sebagai berikut.
1) Tanggalan Hindu–Bali. Tanggalan Hindu–Bali terdiri atas 12 bulan yang lamanya 355 hari. Sistem perhitungan dengan sistem Hindu disebut  yuklapaksa. Tahun baru Saka (Nyepi) jatuh pada tanggal satu bulan kesepuluh.

2) Tanggalan Jawa–Bali, Tanggalan Jawa–Bali terdiri atas 30 wuku.

Tiap wuku terdiri atas tujuh hari. Perayaan yang didasarkan atas perhitungan penanggalan Jawa-Bali misalnya hari raya Galungan dan Kuningan. Selain itu juga digunakan untuk upacara-upacara sebagai berikut.
a) Manusia yadnya: upacara siklus hidup masa anak-anak sampai dewasa.
b) Dewa yadnya: upacara pada kuil-kuil umum dan keluarga.
c) Resi yadnya: upacara pentahbisan pendeta (mediksa).
d) Buta yadnya: upacara untuk kala dan buta yaitu roh-roh penunggu.
b. Sistem Kekerabatan Dulu perkawinan di Bali ditentukan oleh kasta. Wanita dari kasta tinggi tidak boleh kawin dengan laki-laki kasta rendah, tetapi sekarang hal itu tidak berlaku lagi. Perkawinan yang dianggap pantang adalah perkawinan saudara perempuan suami dengan saudara laki-laki istri (mak dengan ngad). Hal itu akan menimbulkan bencana (panes).

Cara memperoleh istri berdasarkan adat ada dua, yaitu:
1) memadik, ngindih: dengan cara meminang keluarga gadis;
2) mrangkat, ngrorod: dengan cara melarikan seorang gadis.

c. Sistem Politik, Desa-desa di Bali dibuat berdasarkan kesatuan tempat. Desa-desa di daerah pegunungan mempunyai pola perkampungan memusat (banjar) yang dikepalai oleh khan boncor (khong). Selain itu di Bali juga dikenal kuil desa yang disebut kayangan tiga. Kesatuan organisasi lain yaitu subak dan seka.

Seka merupakan suatu organisasi yang bergerak dalam lapangan kehidupan khusus. Seka berfungsi menyelenggarakan upacara-upacara desa seperti: seka baris, seka truna, dan seka gong.

d. Sistem Ekonomi, Sebagian besar masyarakat Bali memiliki mata pencaharian sebagai petani. Selain padi, pertanian yang lain yaitu palawija, kopi, dan kelapa. Peternakan di Bali juga maju, yaitu ternak babi dan sapi. Selain itu juga dikembangkan peternakan kambing, kerbau, dan kuda. 1) Perikanan: dikembangkan perikanan darat dan laut, perikanan laut terdapat di pinggir pantai. Para nelayan menggunakan jangkung (perahu penangkap ikan) untuk mencari ikan tongkol, udang, dan cumi-cumi. 2) Di Bali juga banyak terdapat industri kerajinan, kerajinan yang dibuat meliputi: benda-benda anyaman, kain tenun, pabrik rokok, dan tekstil. Selain itu juga banyak perusahaan yang menjual jasa, seperti biro perjalanan, hotel, rumah makan, taksi, dan toko kesenian. Tempat usaha terbesar terdapat di Gianyar, Denpasar, dan Tabanan.

e. Sistem Kesenian
1) Seni Bangunan, Seni bangunan nampak pada bangunan candi yang banyak terdapat di Bali, seperti Gapura Candi Bentar.
2) Seni Tari, Tari tradisional Bali antara lain tari sanghyang, tari barong, tari kecak, dan tari gambuh. Tari modern antara lain tari tenun, tari nelayan, tari legong, dan tari janger.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar