Rabu, 16 November 2011

Gudang Software

Gudang Software


Just in Time dan Produksi Ramping

Posted: 16 Nov 2011 12:28 AM PST

Just-in-time (JIT) adalah sebuah filosofi pemecahan masalah secara berkelanjutan dan memaksa yang mendukung produksi yang ramping (lean). Produksi yang ramping memasok pelanggan persis sesuai dengan keinginan pelanggan ketika pelanggan menginginkannya, tanpa pemborosan, melalui perbaikan berkelanjutan.

Produksi lean dikendalikan oleh 'tarikan' yang berupa pesanan pelanggan. JIT adalah sebuah ramuan utama dari produksi lean. Ketika diterapkan sebagai strategi manufaktur menyeluruh, JIT dan produksi lean menopang keunggulan bersaing dan menghasilkan keuntungan keseluruhan yang lebih besar.

Pengurangan pemborosan. Ketika pemborosan pad produksi barang atau jasa diperbincangkan, hal ini berarti menguraikan tentang apa pun yang tidak memberi nilai tambah. Produk yang sedang disimpan, diperiksa, atau ditunda, juga produk yang sedang menunggu dalam antrian, dan produk cacat tidak memberikan nilai tambah Pengurangan variabilitas.

Untuk mencapai pergerakan bahan secara just-in-time, para manajer mengurangi variabilitas yang disebabkan oleh factor internal dan eksternal. Variabilitas adalah segala penyimpangan yang berasal daro proses optimal yang mengirimkan produk sempurna secara tepat waktu, setiap saat.

Variabilitas terjadi karena:
a. Karyawan, mesin, dan para pemasok yang menghasilkan unit tidaksesuai dengan standar, terlambat, atau dengan kuantitas yang tidak sesuai
b. Gambar atau spesifikasi teknik yang tidak akurat
c.  Karyawan produksi yang mencoba untuk memproduksi sebelum gambar atau spesifikasi lengkap
d. Permintaan pelanggan yang tidak diketahui Tarik vs dorong.

Sistem tarik (pull system); yaitu sebuah sistem yang menarik unit di mana diperlukan dan saat diperlukan. Suatu sistem tarik menggunakan isyarat untuk meminta dilakukannya proses produksi dan pengiriman dari stasiun ke stasiun lain yang memiliki kapasitas produksi.

Sistem dorong (push system) membuang pesanan pada stasiun-kerja hilir berikutnya dengan mengabaikan ketepatan waktu dan ketersediaan sumber daya. Sistem dorong adalah lawan dari JIT.

Petunjuk Umum Penulisan Daftar Pustaka

Posted: 16 Nov 2011 12:26 AM PST

1. Daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir tulisan
2. Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.
3. Nama penulis diurutkan menurut abjad setelah nama pengarang dibalik.
4. Tiap sumber bacaan diketik dengan jarak satu spasi.
5. Jarak antar sumber bacaan yang satu dengan yang lainnya dua spasi.

Hal-hal lain yang perlu kita perhatikan dalam penyusunan daftar pustaka adalah sebagai berikut.
1. Nama Pengarang
a. Penulisan nama pengarang dari buku dengan seorang pengarang.
1) Nama keluarga ditulis sebelum nama kecil atau inisial. (Untuk memudahkan penyusunan secara alfabetis.)
2) Jika buku disusun oleh sebuah komisi/lembaga, nama komisi/lembaga dipakai untuk menggantikan nama pengarang.
3) Jika tidak ada nama pengarang, urutan dimulai dari judul buku.
Contoh: Keraf, Gorys. 1988. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.

b. Penulisan nama pengarang dari buku dengan dua atau tiga pengarang.
1) Nama pengarang kedua dan ketiga tidak dibalik. Ketentuan lain sama dengan bagian a.
2) Urutan nama pengarang harus sesuai dengan yang tercantum dalam halaman judul buku dan tidak boleh ada perubahan urutan.
Contoh: Kridalaksana, Harimurti dan Djoko Kentjono,ed. 1991. Seminar Bahasa Indonesia 1968. Ende-Flores: Nusa Indah.

c. Penulisan nama pengarang dari buku dengan banyak pengarang.
1) Hanya nama pertama yang dicantumkan dengan susunan terbalik.
2) Nama-nama pengarang yang lainnya dituliskan dengan singkatan dkk.
Contoh: Karso, dkk. 1994. Sejarah Nasional dan Sejarah Umum. Bandung: Angkasa

Uraian Umum Tentang Rumah Sakit

Posted: 15 Nov 2011 04:05 PM PST

Rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks, menggunakan gabungan alat ilmiah khusus dan rumit, dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam  menghadapi dan menangani masalah medik, yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama, untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik.

Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) harus dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan, serta dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar