Senin, 14 November 2011

Gudang Software

Gudang Software


Teori Akuntansi Semantika

Posted: 14 Nov 2011 12:25 AM PST

Akuntansi adalah bahasa bisnis, dalam arti menyediakan dan mengkomunikasikan informasi keuangan suatu entitas binis kepada pihak yang berkepentingan, terutama di luar perusahaan. Bahasa adalah bagian penting dalam komunikasi. Pesan atau makna yang ada dalam pikiran pengirim pesan (comunicator) disimbolkan dengan ungkapan bahasa yang tepat agar makna tersebut dipahami dan ditafsirkan penerima pesan (communicant) dengan persis. Makna yang terkandung dalam simbol bahasa itulah yang menjadi informasi bagi penerima pesan. Sasaran penyampaian pesan, dari pengirim kepada penerima, adalah efek kominukatif. Dalam ilmu bahasa, sistem komunikasi dan efek komunikasi dipelajari dalam tiga bidang kajian: semiotika,  linguistika, dan logika.

Semiotika ialah teori umum tentang tanda-tanda dan simbol-simbol dalam bahasa. Linguistika ialah bidang kajian ilmu bahasa yang membahas fonetik,  gramatika, morfologi, dan makna kata atau ungkapan. Logika membahas prinsip-prinsip dan kriteria tentang kesahihan penyimpulan dan penalaran. Ketiga bidang kajian ini menjadi teori umum yang melandasi komunikasi yang efektif. Sebagai teori umum dalam penyimbolan informasi, semiotika membahas tiga pertanyaan pokok terkait dengan simbol informasi. Ketiga pertanyaan itu ialah:
1. Apakah simbol tersebut logis atau masuk akal?
2. Apakah makna, kalau ada, yang dimiliki simbol tersebut?
3. Apakah pengaruh simbol itu terhadap penerima?
Jawaban terhadap ketiga pertanyaan tersebut membentuk tiga tataran semiotika: sintaktika, semantika, dan pragmatika. Sintaktik berkaitan dengan kaidah tata bahasa, dalam arti, kelogisan hubungan antara tanda-tanda dan simbol-simbol bahasa. Semantik berkaitan dengan makna bahasa, dalam arti, hubungan  ntara tanda-tanda dan simbol-simbol dan fakta. Pragmatik berkaitan dengan pengaruh bahasa, dalam arti, pengaruh tanda-tanda dan simbol-simbol yang digunakan terhadap perilaku penerima. Dalam Peraga 3-1 dikemukakan ciri setiap tataran semiotika dalam teori komunikasi.

Akuntansi keuangan dikembangkan atau dikrekayasa berdasarkan premis bahwa pihak yang dituju informasi akuntansi ialah investor dan kreditor. Dengan begitu, dalam akuntansi keuangan, sistem komunikasi berlangsung antara perusahaan (komunikator) dan investor dan kreditor (komunikan). Pesan yang ingin disampaikan ialah kondisi keuangan (seperti likuiditas dan solvabilitas) dan kinerja (seperti profitabilitas) perusahaan. Pesan ini merupakan masukan bagi proses pembuat keputusan investror dan kreditor. Media untuk menyampaikan pesan tersebut ialah laporan keuangan.

Sementara efek komunikasi yang hendak dicapai ialah investor bersedia menginvestasikan dan kreditor bersedia meminjamkan dana mereka untuk  kegiatan ekonomi yang diburuhkan masyarakat melalui perusahaan. Proses komunikasi antara perusahaan dan investor dan kreditor, dengan akuntansi  sebagai bahasanya, dikemukakan pada Peraga 3-2. Pemahaman akan teori akuntansi dapat dicapai, antara lain, dengan mengidentifikasi teori akuntansi  berdasarkan tataran semiotika (Peraga 3-2). Perekayasa akuntansi (akuntan) berteori pada tiga tataran: semantik, sintaktik, dan pragmatik untuk menghasilkan struktur pelaporan keuangan dalam negara tertentu. Dengan demikian, klasifikasi berdasarkan tataran semiotika menghasilkan teori akuntani  semantik, teori akuntansi sintaktik, dan teori akuntansi pragmatik.

Sistem Pembukuan Berpasangan Akutansi

Posted: 13 Nov 2011 09:24 PM PST

Mempelajari sejarah dan perkembangan akuntansi sangat penting untuk memahami dan mengapresiasi baik praktik yang berlaku sekarang dan di masa depan maupun struktur institusi bidang ilmu akuntansi. Pokok bahasan ini diorganisasikan dalam lima bagian berikut. Bagian 1 memaparkan sistem pembukuan berpasangan. Bagian 2 menyajikan per-kembangan prinsip akuntansi berlaku umum di Amerika Serikat. Bagian 3 membentangkan tahap perkembangan standar akuntansi di Indonesia. Bagian 4 memuat relevansi sejarah akuntansi ditinjau dari perspektif pedagogi, kebijakan, dan praktik akuntansi. Sementara itu, Bagian 5 menyajikan pertanyaan diskusi dan kasus yang dirancang untuk pokok ba-hasan ini.

Kelahiran Pembukuan Berpasangan
Banyak skenario mengenai tempat masa kelahiran pembukuan berpasangan. (double-entry bookeeping). Sebagian besar skenario ini mengakui akuntansi berpasangan telah ada dalam berbagai peradaban sejak kurang lebih 3.000 SM. Di antara peradaban itu ialah Babilonia ⎯ peradaban pembentuk metode pemerintahan pertama di dunia, pembentuk tulisan tertua, dan pembuat catatan bisnis terawal. Pada peradaban Mesir, para pembuat dan penyimpan catatan (scribes) membentuk poros tempat seluruh mesin perbendaharaan dan departemen berputar. Pada peradaban Cina, akuntansi pemerintahan memainkan peran kunci selama dinasti Chao (1122 − 256 SM).

Pada peradaban Yunani, Zeon, manajer estat Appolonius, memperkenalkan metode akuntansi pertanggungjawaban yang luas pada tahun 256 SM. Pada peradaban Romawi, hukum menentukan bahwa pembayar pajak harus membuat laporan posisi keuangan dan hak sipil bergantung pada tingkat kekayaan yang diumumkan warga negara. Littleton (1933) menyenaraikan tujuh prakondisi untuk munculnya pembukuan yang sistematis: (1) Seni menulis, pembukuan pertama-tama ialah menulis; (2) Aritmetik, aspek mekanisme pembukuan terdiri atas serangkaian perhitungan sederhana; 3) Kekayaan pribadi, pembukuan hanya mencatat fakta tentang kekayaan dan hak atas kekayaan tersebut; (4) Uang, pembukuan mengukur fakta tentang kekayaan dalam alat tukar dalam perkenomian, yakni uang; (5) Kredit, pembukuan didorong oleh kebutuhan membuat catatan untuk trnsaksi yang belum selesai (kredit); (6) Perniagaan, perdagangan yang bersifat lokal tidak cukup memberi tekanan (volume usaha) untuk mendorong orang mengkoordinasikan gagasan yang berbeda-beda ke dalam suatu metode; dan (7) Modal, tanpa modal perdagangan tidak akan berarti dan kredit tidak akan mungkin.

Ketujuh prakondisi itu ada dalam setiap peradaban yang dikemukakan sebelumnya. Oleh sebab itu, dalam setiap peradaban tersebut, hadir berbagai bentuk pembukuan. Ini berarti, prakondisi yang disusun Littleton (1933) berhasil menjelaskan situasi yang diperlukan bagi kemunculan metode pembukuan yang  sistematis dalam suatu peradaban, tetapi belum memadai untuk mengidentifikasi tempat dan waktu kelahiran sistem pembukuan berpasangan.

Morris Worm Was Beneficial in The Long Term?

Posted: 13 Nov 2011 04:05 PM PST

Public opinion on Morris, like that of today’s hackers, was divided. Some felt that what he did was a necessary evil: its discovery and exploitation of computer security problems helped lead to its solution, says the New York Times.

Others, however, saw it as a criminal who had maliciously damaged property, accessed confidential information and created national panic among computer users.

In 1988, John Markoff of the New York Times commented that “the computer hacker appears to be both a national treasure and a national headache, and whether the country will reap the fruits of your creativity, you have to learn with them. “Either way, the story of Morris has been marked as one of the most influential hackers of all time.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar